Agai Taruna

February 24, 2007

My 1st halaqah

Filed under: Halaqah

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah, ana dipertemukan dengan Ikhwah yang mengenalkan ana pada satu aktifitas yang disebut halaqah. Syukron tuk Ust. Daud Badaruddin, S.Ag. Semoga beliau dalam lindungan Allah SWT.

hal ini bermula ketika saya masih duduk di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), tidak ada yang istimewa dari diri saya. di kelas 1 SLTP saya punya beberapa teman karib; Ary Sandiarto, Jamaluddin, Sopyansyah, teman bermain dikala kecil dan masih bersama di SLTP, waktu itu kami belum mengenal apa yang disebut dengan nasyid, halaqah atau liqo.

ketika menginjak bangku kelas 2 SMP, di sekolah kami ada guru baru. namanya Pak Daud Badaruddin, yang biasa dipanggil pak daud. ketika itu beliau mengajar kesenian dan kerajinan tangan, ya…, bertolak belakang dengan background pendidikannya yaitu pelajaran agama. ana masih ingat kali pertama beliau mengajar, beliau mengajarkan sebuah lagu yang berjudul 25 Rasul yang dinyanyikan oleh grup Raihan, ya pada saat itu kami memang belum mengenal apa yang disebut dengan nasyid. ketika sore hari kami bermain sepakbola bersama dengan beliau. ya.., cukup dekat dengan kami.

suatu saat di mesjid sekolah, setelah shalat zuhur, beliau mengajak kami untuk pengajian khusus. anggotanya terdiri dari 5 orang; saya, sopyansyah (sekarang dah jadi anggota Intel Polres Berau), Jamaluddin (sekarang dah ngurus percetakan sambil kuliah), Ary Sandiarto (lagi sibuk kuliah di unmul), dan acong (sekarang kami kehilangan kontak).

setelah beberapa kali pengajian khusus, terasa ada hubungan yang begitu dengan teman2 yang lain, dan dengan Ust. Daud. ya.. bahkan setiap 2 kali dalam seminggu kami main sepakbola bersama, malam minggu latihan nasyid ditambah lagi beliau piawai dalam memainkan alat musik. setiap bulan mabit bersama di mesjid kampus; shalat lail bersama, muhasabah, baca al-matsurat, riyadoh pun kami lakukan bersama.

 

Jangan Bersedih

Filed under: Taujih

Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat harta yang tersimpan di lemari-lemari Anda yang indah, di istana-istana Anda yang megah, dan di dalam kebun-kebun Anda yang hijau itu hanya akan menambah kecemasan dan kesedihan Anda saja

Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat obat yang diberikan dokter, dijual di apotik, dan diagnosa seorang dokter tidak akan pernah membahagiakan diri Anda. Apalagi bila anda masih menanamkan kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kedua kelopak mata, membiarkan diri Anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan menyusupkannya di bawah kulit, maka semuanya itu akan sia-sia.

Jangan bersedih, karena Anda masih memiliki do’a. Anda boleh bersimpuh di depan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Anda dapat memperoleh ketenangan di depan pintu-pintu Sang Raja Diraja. Anda juga masih memiliki waktu sepertiga akhir malam dan masih menempelkan dahi ke tanah, bersujud.

Jangan bersedih, karena Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya, telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan pemandangan indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah dan rimbun untukmu, kurma-kurma yang tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun, bintang-bintang bercahaya, hutan belantara, dan sungai-sungai.

Jangan bersedih, karena Anda masih dapat minum air yang jernih, menghirup udara yang segar, berjalan di atas kedua kaki tanpa menggunakan alas kaki, dan Anda masih dapat tidur nyenyak pada malam hari.

Perbanyaklah membaca istighfar agar anda menemukan jalan keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, dan keluarga yang shalih.

Sabda Nabi: “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, nisaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan”

 

February 17, 2007

Empat Ratus Rupiah

Filed under: Serba-Serbi

Minggu pagi yang cerah.Hari ini aku berniat memasak buat suami dan anakku,mumpung hari libur.Maklum,tidak setiap hari aku sempat memasak karena aku juga bekerja.Setelah mandi dan berganti baju akupun berpamitan pada suamiku.

”Hati-hati,jalanan ramai…o,ya jangan lupa belikan telur puyuh buat Naufal” pesannya seraya mengeluarkan motor yang akan kupakai.Aku mengangguk mengiyakan.Kulihat dikamar Naufal anakku semata wayang masih tertidur pulas.Mungkin dia kelelahan karena semalam kuajak silaturahmi ke rumah famili hingga larut malam.Segera kupacu motor menuju pasar tradisional yang berjarak 2 km dari rumahku.

Tiba disana ternyata pasar telah ramai pengunjung,padahal hari belum terlalu siang. Aku segera memarkir motorku,kulihat area parkir telah terisi separuhnya.Di dalam pasar suasana hiruk pikuk pedagang dan pengunjung bercampur menjadi satu.Saling tawar menawar harga,dan sesekali juga terdengar suara tangis anak-anak entah berasal dari sebelah mana.Aku mulai memilih sayuran yang akan kumasak nanti.

”Masak sup ayam aja,dikasih telur puyuh Naufal pasti suka” usul suamiku waktu kutawarkan mau masak apa hari ini.Ya,Naufal memang paling suka telur puyuh.Terbayang betapa lahapnya nanti saat dia menyantap masakan yang kubuatkan.

*****

Tak terasa hampir setengah jam aku berada didalam pasar,tas belanjaku juga hampir penuh.Rasanya sudah cukup,sayur-sayuran sudah terbeli semua,buah jeruk kesukaan suamiku juga sudah kubeli.Aku memutuskan untuk segera pulang,apalagi Naufal tidak kuajak,jika dia bangun pasti mencariku.Bergegas aku menuju tempat parkir mengambil motorku.Sedang sibuk aku menata barang belanjaku,kudengar suara seseorang memanggil.

“Mbak…!” teriaknya sambil berjalan kearahku.Aku mengerutkan keningku,wanita itu sepertinya aku tadi melihatnya,tapi siapa ya?aku sibuk mengira-ngira.Sementara dia telah tiba didepanku dengan nafas yang masih sedikit terengah-engah.

”Mbak,tadi uang kembaliannya belum” katanya sambil mengulurkan empat keping ratusan rupiah.
Aku jadi ingat,wanita setengah baya didepanku ini adalah penjual sayuran yang aku beli tadi.Karena buru-buru aku lupa menerima uang kembalian darinya.

Jika kuingat-ingat,cukup lama jarak waktu antara aku membeli sayurannya dengan dia memberikan uang kembalian itu.Mungkin selama itu pula dia berkeliling pasar mencariku hingga akhirnya menemukan aku di tempat parkir ini.Mungkin juga dagangannya dia tinggalkan begitu saja yang berarti diapun kehilangan beberapa orang pembeli karena dia tidak ada ditempatnya.

.Aku jadi merasa bersalah.

”Maaf Bu,saya telah merepotkan.Sebenarnya ibu tidak perlu mencari saya,uang itu bisa ibu ambil buat ibu” kataku akhirnya.

”Nggak Mbak,ini uang mbak…..saya wajib mengembalikannya” katanya sambil menyelipkan uang itu dalam genggamanku.

”Sudah Mbak,saya mau jualan lagi…” pamitnya seraya buru-buru melangkahkan kaki menuju ke dalam pasar.

Sebentar kemudian wanita itu telah hilang dari pandanganku,menyelinap diantara orang-orang yang berada didalam pasar.Tinggallah aku termangu memandangi uang yang ada dalam genggaman tanganku.

Ya,empat ratus rupiah…hanya senilai itu.Tapi dengan tulusnya dia rela bersusah payah mencariku,dia juga rela kehilangan pembeli,hanya untuk mengembalikan sesuatu yang ia merasa bukan haknya untuk memilikinya.Padahal jika tidak dikembalikan akupun mengikhlaskannya.

Aku membayangkan,seandainya aku menjadi ibu itu apakah aku mau bersusah payah dan rela kehilangan pembeli hanya untuk mengembalikan uang sebesar empat ratus rupiah.Belum tentu aku mau melakukannya,mungkin aku masih perlu berpikir lama untuk melakukannya.

Bukan nilai uang itu yang menjadi perhatianku,tapi niat baik yang dimiliki ibu itu.Apalah arti empat ratus rupiah,untuk membayar uang parkirpun masih kurang seratus rupiah.Tapi kejujuran dan ketulusan yang dimilikinya menjadi sebuah pelajaran berarti bagiku.Bahwa sekecil apapun nilainya jika memang bukan milik kita,sudah seharusnya kita kembalikan kepada yang memilikinya.

Duh ibu…betapa mulia hatimu,aku salut dan terharu dengan kejujuranmu.Semoga Allah senantiasa melapangkan rizkimu,melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepadamu.Dan semoga pula aku bisa menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada buah hati kecilku kelak.Amiin…

 Source : Dudung net.

February 14, 2007

Bila Aku Jatuh Cinta

Filed under: Ungkapan hati

Bila Aku jatuh Cinta

Bunga

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

 ungkapan hatingku

 

source : dudung.net 

February 10, 2007

Memo….

Filed under: Serba-Serbi

Rendezvous Nasyider

Filed under: Ungkapan hati

emoticon emoticon Rendezvous Nasyider emoticon emoticon

 

Disini kita pernah bertemu…

Mencari warna seindah pelangi…

Ketika kau menghulurkan tanganmu

Membawaku kedaerah yang baru… nan hidupku kini ceria…

 

Kini dengarkanlah, dendangan lagu tanda ingatanku

Kepadamu teman

Agar ikatan Ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu takkan ku lupa

Walau badai datang melanda.., walau bercerai jasad dan nyawa.

 

Dua bait penggalan lagu nasyid dari negeri Jiran The Brothers “Untukmu Teman”, mengingatkan aku pada saudara-saudaraku dalam kumpulan rakanan nasyid ”Al-Biruny”. Apa yang sedang kau lakukan sekarang teman?

Ingin sekali bertemu kembali bersama di kota kelahiran kita; Berau, kota sanggam, kota tepian. Dalam satu momen penuh keceriaan.

Ingin sekali diri ini mengulang kembali momen-momen kita bersama pada saat aktif di Rohis, kerja bersama, mabit bersama, capek bersama, tertawa bersama.

Ingin kusapa:

·        Candra Aji Pitru (Brother ”C”),

(“Beraunese Boy”)  The best lead vokal. Yang ngocol, fast speak, banua totok, ruame banget, selalu ceria. Ikhwah yang memang dengan bakat seni dan pada dirinya mengalir darah seni.

>> Assalamualaikum Akh?  Baniapa kabbarmu…?

Gimana dengan kuliahnya? Jadilah mahasiswa terbaik di kehutanan Unmul.

Selamat ana ucapkan kan sebentar lagi akan menempuh bahtera rumah tangga.

 

·        Deny Setiawan (Brother “D”),

(“Javanese Boy”)  The best “bam bam bam”. Rekan ana yang cool, kalem.

Tetaplah selalu berada di jalan Da’wah ini, semarakkan kota kita dengan indahnya lantunan Ayat Al-Qur’an dan Nasyid.

>> Assalamualaikum Akh?  Piye kabare…?

gimana dengan asuransinya…, antum dah dapat maisyah akh. Doakan ana ya bisa menjadi sesukses antum.

 

·        Jamaluddin (Brother ”J”),

(“Bugisnese Boy”) The best ”Pak Ketipung”.  Pendiem, romantic rhapsody J, nice smile

Ikhwah yang identik dengan senyumnya ini mengingatkan ana pada salah satu personelnya ”In-team”, ikhwah yang sangat suka sekali menyanyikan lagu In-Team ; tak perlu…. aku ragui sucinya cinta… yang kau beri…, ceileee memang ikhwah satu ini rada romantis.

>> Assalamualaikum Akh?  Aga Karreba…?

gimana dengan kuliahnya dan usaha percetakannya? Wah bisa ini kerjasama ya akh. Kan sebentar lagi antum mo walimah…, ana ucapkan selamat ya…, moga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.

 

·        Tommy Poernomo (Brother ”T”),

(”Banjarnese Boy”) The best ”pak ketipung”. Sukses dengan kuliahnya ya…, nah sobat ana satu ini satu kampus dengan ana di Vedc. Jadi bisa sering ktemu.

>> Assalamualaikum Akh?  Nang kaya’ apa habbar ni wal …?  kaina ikut liqo lagi wal, sama2 lah kaina.

 

 

Pada semuanya salam dari ana Brother ”A” (”Beraunese Boy”). Mudah-mudahan tahun depan kita bisa reunian di Berau. Kita kumpulkan kembali pandawa 5

Ingin sekali mengalami tarikh-tarikh indah masa lalu, kumpul di Mushalla ”Darul Ilmi”, pasang-pasang spanduk, makan lalap bareng di pantai losari, latihan nasyid, jaulah and safari bareng ke pedalaman, ktemu dengan penduduk suaran, pisang-pisangan, maratua, bebanir-bangun.

Salam juga tuk Ust.Daud Badaruddin,S.Ag. Murabbi yang selalu mengajarkan kita untuk menjadi ikhwah sejati. Yang selalu mengatakan dengan lantang”Antum!! Harus Menjadi Singa-Singa Podium di daerah antum”.

Semoga Allah selalu menautkan hati-hati ini.

Walaupun Tempat kita berbeda, dalam satu lakaran masa, namun ikatan ukhuwah ini selalu mengikatkan hati-hati ini, Indahnya persaudaraan sesama muslim. Tetaplah selalu berjuang di Jalan Da’wah di lahan da’wah kita masing-masing.

 

Mengapa kita ditemukan dan akhirnya kita dipisahkan…

Mungkinkah menguji kesetiaan, kejujuran dan kemanisan iman..

By Agai Taruna ; Asrani Ruslan. emoticon

 

Perdana

Filed under: Ungkapan hati
emoticonemoticonAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuhemoticonemoticon

Alhamdulillah abisia kaparais kawalku dimana saja dangkita barada. akhirnya diringku punya blog maningguan. sangaja diringku ini mambarri Nama Agai Taruna, dengan semboyan "Aku Talla Taruna" dapai mengingatkan diringku untuk selalu barusaha untuk dapai manjadi dewasa.
Aku Talla Taruna. dalam bahasa banua; talla = sudah; taruna = dewasa.

Abisia Kaparais, sangaja aku manggawai Blog Pribadi ini supaya diringku dapat barbagi pengalaman dangngan dangkita kaparais. Mudah-mudahan dengan Blog ini diringku dapai menjelaskan pemikiran, manampilkan beberapa bait sastra anu ku gawai maningguang, baik sastra Islami, daerah budayangku sandiri serta kaparais ungkapan jiwa andai ati anu carian ini. serta menambai pangatahuan diringku atas masukan dangkita kaparais.

Dangngan Ucapan Bismillahirrahmannirrahim
Blog ini ku sussun Bagi diri pribadi dan kupersembahkan untuk kaparais kawalku. baik di ranah banua barrau disana, maupun kawalku anu baradda di ranah jawa ini.

Passan partamangku kapada dangkita kaparais bah.
Mudah-mudahan karya anu kita gawai, dapat mamajukan diri dan agama, serta budaya negeri. kaparais hasil tangan dangngan pamikkirran ini mudah-mudahan dapai mancarminkan kepribadian kita kaparais sabagai sosok pribadi muslim (sosok insan kamil).

Attu saja dullu bah, mudah-mudahan di pambukaan ini dapai mambuka dullu persuaan kita

Wahai Pemuda Islam; Langkis Balambung Mangalau Mandau Baliung, Sigap Taggar Manampuh Jalan Da’wah.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh.

By Agai Taruna ; Asrani Ruslan






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham